Epistemologi Ilham dan Ilmu dalam Pemikiran Al-Ghazali: Analisis Relasi Rasionalitas dan Spiritualitas dalam Tradisi Keilmuan Islam
DOI:
https://doi.org/10.35706/wkip.v10i01.13668Abstract
Diskursus mengenai epistemologi dalam tradisi keilmuan Islam sering kali dihadapkan pada dikotomi antara rasionalitas dan spiritualitas, terutama di tengah dominasi paradigma sains modern yang sekularistik dan reduksionis. Meskipun pemikiran Abu Hamid Al-Ghazali tentang ilmu telah banyak dikaji, mayoritas penelitian terdahulu masih menyisakan kesenjangan penelitian (research gap) karena cenderung hanya berfokus pada aspek pendidikan akhlak atau tasawuf secara umum, tanpa menganalisis secara spesifik dan mendalam relasi dialektis antara ilham (intuisi spiritual) dan rasionalitas sebagai satu kesatuan sistem epistemologi yang utuh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi ilham dan ilmu menurut Al-Ghazali guna menyingkap relasi rasionalitas dan spiritualitas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan mengaplikasikan metode historis-filosofis dan hermeneutika terhadap karya primer Al-Ghazali (Ihya’ ‘Ulum al-Din, al-Munqidz min al-Dhalal, Mishkat al-Anwar, dan al-Risalah al-Laduniyyah). Hasil penelitian membuktikan bahwa Al-Ghazali mengkonstruksi hierarki epistemologi yang integratif; menempatkan pengetahuan empiris dan akal (istidlal) sebagai instrumen awal yang esensial, sementara ilham diposisikan sebagai puncak pencapaian pengetahuan transenden yang menyempurnakan keterbatasan rasio. Kebaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada argumentasi teoretis yang mendudukkan ilham dalam pemikiran Al-Ghazali bukan sekadar pengalaman mistik-subjektif, melainkan sebagai sumber pengetahuan valid yang terstruktur secara logis dalam melengkapi kerja akal. Adapun kontribusi penelitian ini adalah menawarkan kerangka paradigma holistik bagi perguruan tinggi Islam kontemporer untuk mengintegrasikan ilmu agama dan sains umum, sekaligus memberikan landasan kritik filosofis terhadap kungkungan epistemologi positivistik modern.
Downloads
References
Al-Ghazali’s philosophical theology. (2010). Choice Reviews Online, 47(10), 47-5563-47–5563. https://doi.org/10.5860/CHOICE.47-5563
Aminullah Poya & Habiburrahman Rizapoor. (2023). Al-Ghazali’s Theory of Real Knowledge: An Exploration of Knowledge Integration in Islamic Epistemology through Contemporary Perspectives. International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS), 3(2). https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i2.627
Badrudin, B., Hidayat, S. T., Marlina, Y., Samrin, S., Nurochim, N., & Wijaya, C. (2025). Islamic Esoteric Education in Internalizing Cultural Values of Kampung Keputihan in the Modern Era. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 13(2), 1049–1070. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v13i2.1677
Basuki & Adang Hambali. (2024). Epistemologi Filsafat: Cara Memperoleh Pengetahuan. Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 160–166. https://doi.org/10.29313/idarotuna.v1i2.5696
Crupi, V., & Calzavarini, F. (2023). Critique of pure Bayesian cognitive science: A view from the philosophy of science. European Journal for Philosophy of Science, 13(3), 28. https://doi.org/10.1007/s13194-023-00533-w
Ghazali. (1146). Mishkat Al-Anwar Manuscript. http://archive.org/details/ms297g41ma
Griffel, F. (with Internet Archive). (2009). Al-Ghazali philosophical theology. New York : Oxford University Press. http://archive.org/details/alghazaliphiloso0000grif
Hallaq, W. B. (2000). Islamic law: History and transformation. In R. Irwin (Ed.), The New Cambridge History of Islam (1st ed., pp. 142–183). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CHOL9780521838245.006
Hamat, M. F., Shuhari*, M. H., & Basri, M. N. H. (2019). Al-Ghazali’s Thought On The Existence Of Allah Swt In Ihya’ ‘Ulum Al-Din. 532–542. https://doi.org/10.15405/epsbs.2019.09.59
Harahap, A. S. (2021). Epistemologi:Teori, Konsep dan Sumber-Sumber Ilmu dalam Tradisi Islam. Dakwatul Islam, 5(1), 13–30. https://doi.org/10.46781/dakwatulislam.v5i1.204
Jais Aswanda, Amril, & Sawaluddin. (2024). EPISTEMOLOGI ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KONSEP EPISTEMOLOGI PERPSEKTIF BARAT DAN ISLAM. Al-Ihda’ : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 19(1), 1276–1289. https://doi.org/10.55558/alihda.v19i1.114
Munip, A. (2024). Ilmu dalam Tinjauan Filsafat: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Al-Aulia: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu-Ilmu Keislaman, 10(1), 49–58. https://doi.org/10.46963/aulia.v10i1.1875
Nasr, S. H. (with Internet Archive). (2006). Islamic philosophy from its origin to the present: Philosophy in the land of prophecy. Albany : State University of New York Press. http://archive.org/details/islamicphilosoph0000nasr
Nawazir, S. (2022). SUMBER-SUMBER ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN BARAT. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 1(2), 457–462. https://doi.org/10.31004/jpion.v1i2.74
Purba, D. W. (2018). HERMENEUTIKA SEBAGAI METODE PENDEKATAN DALAM TEOLOGI. Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 82–92.
Risalah Ladduniyyah—Imam Ghazali.pdf—Google Drive. (n.d.). Retrieved October 5, 2025, from https://drive.google.com/file/d/1MZWs-f63ZKmTQjEhFr6yyX6f2pqGjgsc/view
Walbridge, J. (2011). Seyyed Hossein Nasr. Islamic Philosophy from its Origin to the Present: Philosophy in the Land of Prophecy. Albany: State University of New York Press, 2006. x + 380 pages, endnotes, index. Cloth US$74.50 ISBN 978–0-7914–6799-2; Paper US$29.95 ISBN 978–0-7914–6800-5. Review of Middle East Studies, 45(1), 124–126. https://doi.org/10.1017/S2151348100002184
WASIM NASHED YACOB FANOUS. (2020). إحياء علوم الدين كامل الإمام العزالي. http://archive.org/details/20200821_20200821_0955
المنقذ من الضلال الغزالي ط المنهاج نسخة جديدة. (n.d.). Retrieved May 31, 2026, from http://archive.org/details/20230209_20230209_2017
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Cahyudi Prima Cahyudi, Isrun Abdurahman, Agus Salim, Izudin, Isop Sapei

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal dapat diakses secara terbuka



